Menjaga diri dari Minuman Keras

Saya membayangkan bahwa ketika Lemuel kali pertamanya mendengar nasihat dari mamanya (waktu Lemuel masih muda dulu), tanggapannya mungkin tidak akan langsung positif dengan khidmat Tuhan

  • Jangan minum minuman keras. (Lemuel: Apaan sih sok ngatur-ngatur segala)
  • Jangan deket-deket dengan perempuan yang gak bener (Lemuel: kepo banget nih ibuku dengan urusan ku).

Pengantar

Bacaan : Amsal 31: 1-9

Amsal 31:1-9 akan menjadi masuk akal kalau kita membayangkan bahwa Lemuel menulis kesaksiannya itu di masa-masa tuanya, ketika dia sudah melewati semuanya itu dan Lemuel berkata: ..

woman in black tank top holding brown glass bottle

Menjaga diri dan hidup dalam ajaran menolong kita untuk melangkah maju bersama pimpinan Tuhan.

Penjelasan Teks

Nama “Lemuel” (Ibrani, LEMU’EL, artinya: (dipersembahkan) kepada Allah/milik Allah). LEMUEL adalah nama lain bagi Salomo.

Lemuel (Ibrani, לְמוּאֵל – LEMU’EL) dalam makna “nama” yang lain bagi Salomo (Ibrani: שְׁלֹמֹה – SHELOMOH).

Dalam beberapa terjemahan, kata Ibrani מַשָּׂא – MASA ini diterjemahkan dengan “nubuat/ prophecy.

Amsal 31 menulis petunjuk-petunjuk ibu dari “Raja Lemuel” tentang pemerintah yg baik, bahaya-bahaya hawa nafsu dan kegemaran yg berlebih-lebihan akan anggur tercatat dalam Amsal 31:1-9.

Sebagian penafsir merujuk “ibu” ini adalah Batsyeba, sehingga wejangan-wejangan itu berasal dari Batsyeba, agaknya anggapan ini dapat diterima sebab Batsyeba adalah perempuan yang cakap, hal ini dapat dilihat misalnya dari usahanya bersekutu dengan Natan agar Salomo dapat naik takhta menggantikan Daud.

Batsyeba memberi nasehat kepada Lemuel, putranya. Seorang raja muda, supaya berhati-hati dengan dosa-dosa yang akan menggodanya, dan untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban tugas yang menjadi panggilan tugasnya.

31:3; Jangan berikan kekuatanmu (kejantananmu – Alat kelaminmu) kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja.

‘AL- {janganlah} TITEN {engkau memberikan} LANASHIM {kepada perempuan2} KHEILEKHA {kekuatanmu/ kejantananmu (ungkapan “eufemisme” untuk alat kelamin laki-laki) UDERAKHEYKHA {dan jalan-jalanmu (gaya hidupmu) LAM’KHOT {yang membinasakan} MELAKHIN {raja-raja}

Ibunya memberi wejangan terhadap kenajisan keinginan seksual. Jangan berikan kekuatanmu (alat kelaminmu) kepada perempuan-perempuan asing. yang membinasakan jiwa, dan yang membinasakan raja-raja.”

Pada 930 SM, kematian Salomo, Kerajaan Isarel terpecah menjadi dua: Kerajaan Israel (termasuk kota Sikhem dan Samaria) di utara. Kerajaan Yehuda (termasuk Yerusalem) di bagian selatan.

Dalam masa tuanya ini, Salomo menyadari itu semua. pertobatan pada masa tuanya, Salomo menuliskan 3 kitab: Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung.

Ibu menasehati puteranya agar jangan terjebak pada gaya hidup minum-minuman keras, terhadap kemabukan.

Janganlah anakku, anak kandungku, anak nazarku meminum anggur atau minuman keras dengan berlebihan. Berpesta minum mabuk seperti yang sering dilakukan pesta raja-raja. Untuk kesenangan sesaat menghilangkan kesedihan dan penderitaan. Dibius sesaat oleh alkohol karena menahan penderitaan dan putus asa dengan beban hidupnya.

Banyak orang percaya, orang muda , pemimpin masa depan dan masa kini jatuh pada godaan kemabukan karena kelezatan anggur atau pesona mereka yang menemaninya. Mencoba menghilangkan susah hati dengan kenikmatan sesaat.

Dalam posisi ini lemuel sebagai pemimpin , Seorang raja harus menyangkal diri dan berusaha untuk tidak jatuh dalam kemabukan.

Seorang pemimpin dituntut untuk selalu sadar akan tugasnya sesuai dengan hukum dan keketapan yang harus ia laksanakan.

Seorang raja, bukan hanya memegang jabatan eksekutif, tetapi ia juga memegang jabatan Yudikatif. Seorang hakim yang mampu berpikir adil dan bijak. menghadirkan keadilan, perdamaian dan damai sejahtera.

Refleksi dan aplikasi

  1. Pemimpin harus bijak dan bertanggung jawab dalam membuat keputusan (Amsal 31:1-5).
  2. Pemimpin harus menghindari mabuk anggur dan percabulan yang dapat merusak reputasi dan kemampuan mereka (Amsal 31:4-7).
  3. Pemimpin harus membela hak-hak orang yang lemah dan membutuhkan (Amsal 31:8-9).

Ilustrasi:

“Bayangkan seorang pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab. Ia membuat keputusan yang adil dan membela hak-hak orang yang lemah. Ia juga menghindari mabuk anggur dan percabulan yang dapat merusak reputasi dan kemampuannya.

“Jemaat yang terkasih mari kita merefleksikan 4 catatan penting untuk diteladani:

  1. Menjadi orang yang bijak dan bertanggung jawab dalam hidup sehari-hari.
  2. Menghindari mabuk anggur dan percabulan yang dapat merusak reputasi dan kemampuan.
  3. Membela hak-hak orang yang lemah dan membutuhkan.
  4. Menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat bersiap diri. Salam dan doa , Pdt Desi Rondo. Tuhan Yesus Memberkati

Share your love