Solidaritas dan Kerendahan Hati: Jalan Menuju Kehidupan yang Berkenan

Seruan pertobatan menjadi fokus penting dalam pemberian diri untuk melayani. Pertobatan adalah kembali berbalik kepada Allah dan hidup menurut perintah Allah dengan meninggalkan cara hidup yang selama ini bertentangan dengan kehendak Allah.

Bacaan : Markus 1:9-13

9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di daerah Galilea dan dibaptis di dalam sungai Yordan oleh Yohanes. 10 Segera sesudah Ia keluar dari air, Ia melihat langit terbuka dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 11 Dan ada suara dari sorga yang berkata: “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.” 12 Segera sesudah itu Roh membawa Dia ke padang gurun. 13 Ia tinggal di situ empat puluh hari lamanya dan dicobai oleh Iblis. Dan di situ Ia tinggal di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

Pengantar

Umat yang telah menyatakan diri bertobat adalah umat yang menyatakan bersedia taat kepada Allah di tengah pencobaan dari berbagai godaan dan hawa-nafsu dunia. Mereka yang memperbaharui hidupnya akan berkenan kepada Allah.

Penjelasan teks

Yesus lebih dahulu dilantik sebagai Mesias dalam pembaptisan-Nya di sungai Yordan, setelah itu Ia dicobai di padang gurun selama 40 hari. Pesan yang hendak disampaikan oleh penulis Injil Markus adalah kedudukan Yesus selaku Mesias, Anak Allah bukan ditentukan oleh kelulusan-Nya dalam pencobaan yang dilakukan oleh Iblis.

Kedudukan Yesus selaku Mesias Anak ditentukan oleh kedaulatan Allah yang menyatakan, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Markus 1:13 menyatakan, “Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia” (Markus 1:13). Kuasa Kristus dalam kemanusiaan-Nya tidak terkalahkan. Kemanusiaan dan keilahian Yesus terintegrasi secara utuh.

Itu sebabnya Yesus dapat tinggal dengan harmonis dalam relasi persahabatan di antara binatang-binatang liar.

Kuasa ilahi-Nya tidak berkurang dalam solidaritas kemanusiaannya.

Ia adalah Kyrios (Tuhan) sehingga seluruh alam dan ciptaan tunduk kepada-Nya. malaikat-malaikat di sorga melayani dan menyembahNya.
Markus dengan utuh mempersaksikan kemanusiaan Yesus sekaligus keilahian-Nya.

Refleksi dan Aplikasi

kita belajar untuk tetap merendahkan diri supaya tetap hidup sesuai kehendak Allah.

Baptisan itu terjadi sebagai wujud solidaritas terhadap manusia yang berdosa. Sebagai Anak Allah, Yesus taat kepada semua kehendak Bapa-Nya.

Roh Allah ada padanya . Dan perkataan “Inilah anak yang Ku kasihi, kepadaNya Aku berkenan”. Menunjukan teladan hidup Yesus sebagai contoh dan role mode bagi manusia di dalam dunia.

HidupNya berkenan kepada Allah. Karena untuk Menjadi pribadi yg berkenan kepada Allah kita harus Mampu :

  1. merendahkan diri,
  2. hidup dalam solidaritas
  3. berpegang teguh pada komitmen hidup beriman.
Share your love