Bersandar pada hikmat Allah

Bacaan : 1 korintus 1:18-31

Latar Belakang

Surat rasul Paulus kepada jemaat di korintus bicara tentang harmonisasi persekutuan, orang percaya harus memelihara persekutuan itu sebagai satu kesatuan.Jemaat di korintus adalah jemaat yang memiliki latar belakang kebudayaan yang tinggi dan kritis. Penggolongan dalam jemaat menjadi benih perpecahan. Menarik sekali dalam setiap suratnya paulus membuka dengan kalimat aku senantias mengucap syukur kepada Allahku karena kamu. Allah yang memangil kamu kepada persekutuan dengan Kristus. Ada nasihat dan pesan pengajaran yang melekat disini tentang kesetiaan Allah yang mengakomodir manusia untuk hidup dalam ketaatan dan setia.

Nasihat untuk Bersatu menjadi titik sentral pemberitaan Paulus kepada jemaat yang dikunjunginya, termasuk kita pembaca berita hari ini. Seia sekata , erat Bersatu, dan sehati sepikir. Jangan membenarkan diri sendiri dan hanya mau orang lain mendengarkan tapi tidak mau mendengar orang lain karena itu muncullah perselisihan dan beda pendapat karena masing masing mempertahankan kebenarannya sendiri.

Bacaan kita hari ini tidak berdiri sendiri alasan bersandar kepada hikmat menjadi catatan refleksi yang penting bagi kita. Ayat 4-6 menceritakan kronologis apa itu makna persekutuan yang meneguhkan. Dilanjutkan dengan ayat 10-16 yang menegaskan bahwa selisih pendapat bisa menjadi pemecah persatuan kalau tidak di mediasi dalam kerendahan hati untuk belajar menyatukan pendapat dengan satu hati dan satu pikiran dalam kristus(sumber segala hikmat). Ayat 17, kristus mengutus bukan untuk membaptis tetapi untuk memberitakan injil dalam hikmat Tuhan . jadi bertitik tolak dari statemen ini kita di ingatkan pemberitaan injil/ kabar sukacita itulah yang mempersatukan kita.

Tafsiran

            Berangkat dari catatan di atas maka Ayat 18, bacaan kita bicara tentang pemberitaan salib, “pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”. Ayat 19-21 dimanakah orang berkhidmat?? manusia mengutamakan atau mengandalkan kepandaian, pengalaman dan mengabaikan hikmat yang di dapat dari Firman Tuhan. Pemberitaan salib adalah symbol yang kita hidupkan dalam kemanusiaan kita untuk tetap menjadi pemberita/ surat yang terbuka dan dibaca oleh setiap orang. Orang orang korintus sangat bangga menggunakan kemampuan mereka secara logis dan Paulus mengingatkan manusia untuk tidak menonjolkan cara cara manusia dengan logikanya dalam  membangun persekutuan. Paulus mau mengatakan kita tidak di panggil untuk mendemonstarikan iman kita dengan cara argumentasi logika. Tetapi saliblah pemberitaan yang sesungguhnya. Martin luther mengatakan  Salib akan menjadi kebodohan kalau dibangun dalam pengertian dan kemampuan manusia. Teologi Salib tidak mempermuliakan perkataan manusia. Manusia mengenal dirinya dalam salib Kristus. Bersandar pada hikmat Allah membuat kita mampu menjadi pemberita di tengah penderitaan hidup.

Ayat 22-24 ; Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya kepada injil. Jangan merasa bangga ketika di puji oleh orang lain karena ketika kita dikagumi orang menjadi bahaya dan tanda awas. Orang yang ngak bisa menerima kritikan adalah orang yang mengagungkan dirinya dan tidak akan ada pertumbuhan dalam dirinya , karena tidak ada kerendahan hati dalam dirinya. Ayat 23;  kami memberitakan Kristus yang disalibkan. Ayat 24 “Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Kristus mencari manusia karena belas kasihannya bagi manusia.

Ayat 25-31; yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.  Orang Yunani yang mencari hikmat tertinggi berpandangan bahwa kalau ada Tuhan yang menjadi manusia dan mau mati untuk menyelamatkan manusia, itu adalah sebuah kebodohan. Tetapi Paulus mengatakan  yang bodoh dari Allah besar hikmatnya. Artinya suffering /penderitaan Kristus di salib membereskan hidup manusia untuk melihat Tuhan.  

Ayat 26; ingat bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil menurut ukuran manusia, tidak banyak orang bijak,tidak banyak orang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Kamu yang dipanggil menurut ukuran manusia artinya apa yang dibuat manusia mampu di ukur karena keterbatasannya. Manusia mengukur kebahagiaan dan kesuksesannya dengan materi sebanyak banyaknya.  Bersandar pada hikmat Allah membuat orang percaya melihat secara jujur semua pemberian Allah dalam hidupnya. Tidak memegahkan dirinya. 

Ayat 28 “ apa yang hina bagi dunia dipilih oleh Allah , Paulus mengingatkan dalam statemen nya di ayat 29” supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Kesombongan diri dan membuat merasa lebih baik dari orang lain dan tidak mau kalah membuat manusia memegahkan dirinya. Hidupnya baik baik saja tidak pernah mengalami tantangan dan kesulitan. Selalu merasa ada di atas dan tidak pernah mau melihat ke bawah.  Jon Calvin mengatakan  waktu kita memikul salib masing masing kita di kuatkan seperti Kristus yang menderita dan kita dipersatukan dengan Kristus. Mengalami penderitaan bersama Kristus membuat kita tidak memegahkan diri kita. Ayat 31” barangsiap bermegah hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”

Refleksi dan Aplikasi

Bersandar pada hikmat Allah menolong kita melihat 2 hal penting yaitu:

  1. Punya kerendahan hati untuk melakukan bagian tanggung jawab dalam hidupnya. Orang yang mencari kehormatan dan kemuliaan diri nya akan kehilangan apa yang di carinya. Orang yang mengejar kebahagiaan akan semakin kecewa. Karena kebahagiaan itu ngak perlu di kejar dan tuhan akan memberikan kepada kita. Ilustrasi mengejar kupu kupu. Kebahagiaan itu seperti orang mengejar kupu kupu, ssemakin dikejar dia akan lari. Ketika kita diam dia menghampiri kita (pdt andar ismail).
  2. Mau dipimpin oleh Tuhan dengan belajar mengenal Tuhan lebih baik . Hikmat Allah inilah yang menuntun manusia untuk memahami dan hidup menurut kehendak Allah karena percaya bahwa dalam Yesus yang mati tersalib, manusia dibenarkan serta mendapat penebusan dari dosa

Selamat mempersiapkan hati untuk melayani. Pdt desiana rondo effendi M.Th (GMIT Maranatha Oebufu)

Share your love