Bacaan : bilangan 13:25-14:10.
Latar Belakang
Bacaan ini menceritakan tentang tugas yang diberikan Tuhan kepada Musa untuk membawa orang Israel menuju tanah Kanaan. Tuhan berbicara kepada Musa untuk mengutus 12 orang mengamat amati/mengintai tanah Kanaan. Musa taat melaksanakn firman Tuhan dan mempersiapkan 12 utusan pengintai untuk pergi ke tanah Kanaan.
12 utusan itu mewakili 12 suku di Israel: dari suku ruben syamua bin zakur, suku simeon safat bin hori. Suku Yehuda kaleb bin yefune, suku isaskar yigal bin yusuf, suku efraim hosea bin Nun (Yosua), suku benyamin palti bin rafu,suku zebulon gadiel bin sodi, suku yusuf ssuku manasye gadi bin susi, suku dan amiel bin gemali, suku asyer setur bin Mikael, suku naftali nahbi bin wofsi, suku gad guel bin makhi (aya1-17).
12 pengintai ini pergi ke tanah negeb dan naik ke atas pegunungan mulai dari padang gurun Zin sampai ke rehob, melalui tanah negeb sampai hebron sampai ke lembah eskol. Lembah eskol adalah lembah yang indah dan dinamai eskol karena disanalah mereka para pengintai itu memotong setandan anggur di Kanaan dan membawa pulang ke padang gurun di mana musa dan umat Israel berada (ayat 18-24). Perjalanan dari padang gurun menuju tanah Kanaan dan pulang kembali membawa berita adalah 40 hari.
Tafsiran
Ayat 25 ; setelah lewat 40 hari pulanglah mereka dari pengintaian dan membawa kabar kepada musa dan orang Israel/segenap umat. Kabar yang dibawa lebih banyak kabar busuk oleh 10 orang pengintai yang menghadirkan kuatir dan kecemasan berlebihan bagi umat Israel. Suara mayoritas yang mengatakan kota dan benteng pertahanan mereka begitu kuat. Orang orangnya pun tinggi besar dan gagah perkasa kita tidak sebanding dengan mereka. Kita bagaikan belalang di antara raksasa besar. Kita tidak akan menang berperang dengan mereka. Ayat 27-33 ; tanah Kanaan itu negri yang berlimpah susu dan madu sangat subur itu berita baiknya bagi umat . diantara 12 pengintai itu ada 2 orang yang melihat sisi positif dan punya semangat memperjuangkan apa yang ingin mereka capai yaitu menuju tanah Kanaan. Yosua dan kaleb punya optimisme yang kuat dan menginspirasi umat Israel dalam kekuatiran dan ke takutannya. Kaleb memberi motivasi kita bisa mengalahkan bangsa itu , ayat 30, keberanian di tengah ketakutan menjadi hal yang penting. Ini harus menjadi semangat bagi orang percaya untuk memberi motivasi dan inspirasi bagi sesamanya.
Pada bagian kedua dalam pasal 14:1-10 kita melihat reaksi orang Israel, Musa dan harun, Yosua dan Kaleb. Reaksi orang Israel adalah reaksi negative ketika mereka mendengar kabar yang dibawa para pengintai di pasal 14:1-4; umat Israel berteriak histeris dan menangis, mereka bersungut sungut dan memberontak dengan kalimat yang menyakiti hati Tuhan. Lebih baik kami pulang kembali ke Mesir dan mati di padang gurun ini. Mari kita pilih pemimpin yang bisa membawa kita pulang kembali ke mesir. Pemberontakan dimulai di babak Ini. Kekuatiran mereka menghasilkan respon takut yang membutakan mata mereka untuk melihat pertolongan Tuhan. Mereka berada dalam ketakutan yang membunuh harapan masa depan nya.
Ayat 5-10 ; kita melihat sikap musa dan harun dalam respon yang sama tetapi muatannya positif. Musa dan harun meminta pengampunan dari Tuhan atas kelakukan umat yang dipimpinnya. Umat yang memberontak tidak mau di pimpin oleh Tuhan dan meminta mengangkat pemimpin yang baru di tengah tengah mereka. Umat Israel meremeh kuasa Allah yang selama ini menyertai perjalanan mereka. Dalam penyerahan diri dan meminta pengampuanan dari Tuhan maka Musa dan Harun mengambil sikap sujud di hadapan Tuhan bukan karena takut kepada umat Israel tetapi sujud itu adalah ( tanda penyerahan diri dan juga sikap doa di hadapan Tuhan). Yosua (hosea bin nun) dan kaleb juga mengambil sikap dengan sebuah pengakuan yang diangkat dari iman mereka sendiri kami tidak pantas di hadapan Tuhan dan meminta pengasihan Tuhan atas pemberontakan dari umat Israel. Yosua dan kaleb mewujudkannya dengan mengoyakan pakaiannya (ayat 6-10). Mereka berdua menguatkan hati bangsa israel ayat 8 “ jika Tuhan berkenan Tuhan sendiri yang akan membawa kita masuk ke Kanaan. Ini adalah kalimat penyerahan diri dan penguatan bahwa berjalan dalam pimpinan Tuhan akan membuat umat Israel bisa berjalan sampai batas. Ayat 9 “ janganlah memberontak kepada Tuhan” jangan takut kepada bangsa itu ”Tuhan menyertai kita. Yosua mau mengingatkan umat untuk hidup dalam ketaatan dan pertobatan dalam pengakuan dosa sebab meragukan pimpinan Tuhan. Ayat 10 posisi Musa, harun, Yosua dan Kaleb terancam dan dalam ancaman karena ketakutan yang dihadapi bisa saja membuat masa demonstrasi dan membabi buta. Mereka bisa saja mati di rajam dilempari dengan batu oleh umat yang memberontak. Tetapi Kemuliaan Tuhan hadir di tengah kemah pertemuan itu dan pimpinan Tuhan di nyatakan bagi orang yang berharap dan bersandar padaNya. Orang yang bersandar dan berharap kepada Tuhan tidak akan pernah di permalukan.
Refleksi dan Aplikasi
Jadilah orang yang menguatkan dn memberi inspirasi bagi orang lain. Sehingga orang lain bisa bangkit dari kegagalannya, tantangan dan kesulitannya. Punya resiliensi dan dorongan kuat dari dalam dirinya untuk berdaya juang melompati tantangan dan kesulitan dalam hidup.
Punya iman yang teguh dan pengharapan untuk taat pada pimpinan dan panggilan Tuhan.




