Hidup Sebagai Orang Yang Ditebus

Bacaan Alkitab 1 Petrus 1:13-25
Surat ini di tulis oleh petrus kepada orang pendatang di Pontus, Galatia, Kapadokia dan Asia kecil. Dimulai oleh petrus dengan satu penyataan syukur, dalam Kristus ada pengharapan dan orang yang percaya kepada Kristus memelihara imannya, percaya kepada mengasihiNya.

Keselamatan dalam Kristus adalah tujuan imanmu. Hiduplah dalam iman, pengharapan dan kasih pesannya sangat jelas dan maknawi. Melayani dalam pemberitaan bagi Kristus karena kita telah mencapai tujuan iman yaitu keselamatan jiwa (1 petrus 1:9). Hidup sebagai orang yang ditebus dengan darah Kristus, ada harga yang mahal untuk penebusan yaitu pengurbanan Yesus Kristus di salib bagi dunia. Kita akan memaknai hidup sebagai orang yang ditebus.

Penjelasan Teks

Allah sangat mengasihi kita dan mengajarkan kita untuk mengasihi Allah dan dunia serta isinya. Ini bukan hal yang mudah karena kasihNya Allah sendiri hadir dalam dunia melalui Kristus bagi karya penebusan. Petrus mengatakan dalam suratnya sampaikanlah berita injil itu.

Ayat 13-16 ; sebab itu siapkanlah akal budimu, waspada dan letakan pengharapan  atas kasih karunia. Kita perhatikan ada kata kecil yang menjelaskan pesan kepada kita sebagai pembaca injil sebab itu artinya ada yang harus dipersiapkan untuk tetap bertahan hidup di dunia , akal budi yang perlu di siapkan . apa itu akal budi? KBI mengatakan orang yang berakal budi adalah orang yang punya pemikiran yang sehat dan punya kemampuan dasar untuk melihat dan memahami dan menilai secara baik keadaan disekitarnya.

“ Waspada “ adalah sebuah peringatan “ warning”/ be self controled;  ada yang perlu di waspadai dalam tutur dan tingkah laku kita karena daya tarik dunia lebih besar muatannya  dalam pikiran kita. Karena itu letakkan /menaruh semuanya dalam pengharapan atas  Kasih Allah.

Taatlah seperti seorang anak , as obedient children,dan hendaklah kamu hidup kudus.” Kuduslah kamu sebab Aku Kudus” ayat 16. Hidup sebagai anak menggambarkan kedekatan/relasi dan komunikasi yang terjaga dengan baik. Jadi untuk hidup itu perlu dijaga relasi dengan Tuhan. Berdoa dan membaca firman menjadi kunci relasi itu sehingga jangan turuti hawa nafsu/ diperbudak oleh dosa pikiran dan perbuatan. Meletakkan ego dan ke akuan kita seperti yang di sampaikan yohanes 3:16 hidup kekal itu hanya di berikan kepada orang yang ditebus oleh Yesus. Hidup kudus bukan tidak melakukan dosa tetapi hidup dalam pertobatan dan diperbaharui oleh Roh Allah.

Ayat 17-20; hidup dalam ketaatan/ obedient, sebab kamu tahu… ini mejelaskan kepada kita sebenarnya kita harus tahu diri kalau Bapa yang mengasihi kita mau kita taat kepadanya  karena kita sudah di tebus/ dibayar lunas oleh Allah sendiri. Ditebus dari cara hidup yang salah (ayat 18), sia sia ngak berarti hidupmu kalau ikut pikiran duniawi saja, menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu dan keinginan sendiri. Kenapa kita harus menjaga kekudusan karena Allah sudah menebus kita dalam Kristus puteranya melalui darahNya  yang mahal. Darah Kristus anak domba Allah. Kata darah yang disebutkan dalam bacaan ini, dalam ayat 19, menunjuk pada apa yang dikerjakan Allah di dalam Yesus Kristus, yakni peristiwa penyaliban Kristus sebagai kurban penghapus dosa manusia. Ada kuasa dalam darah Yesus. Hidup dalam penebusan artinya mereka  yang ditebus memiliki kualitas khusus, bahkan kudus, karena mereka adalah pribadi dan persekutuan yang mampu membangun persaudaraan yang tulus, iklas, yang dilakukan dengan landasan kasih. Ayat 21-25; percaya kepada Allah dalam iman,pengharapan dan kasih dengan mata yang tertuju kepada Allah. Hidup dalam ketaatan di jalan kebenaran dan melakukan teladan kasih itu dalam hidup. Dilahirkan kembali dari benih firman Tuhan / injil yang membawa kita  ke dalam hidup kekal. Firman Tuhan itu kekal dan mulia. Darah anak domba berbicara lebih kuat, bahkan sangat kuat mengenai karya pendamaian dan penebusan yang sudah diselesaikannya. Tetapi harus ada pertobatan dengan melepaskan pengampunan bagi setiap hati yang menerima firman agar  dibersihkan dari berbagai kotoran, nafsu, kepentingan, dan kecenderungan yang merusak diri nya dan orang lain.

Refleksi dan Aplikasi

Hidup sebagai orang yang ditebus harus berbeda dengan yang lain dan ada 2 resep yang bisa di lakukan , antara lain:

  1. Tahu berterimakasih dan menghargai hidupnya ” grateful and rejoice” ada rasa syukur dan sukacita yang dibalut dalam kasih persaudaraan. Menghargai orang lain dan menjadi pelaku firman dalam teladan hidupnya.
  2. Percaya kepada Allah dan berjalan bersama Yesus dalam ketaatan seperti seorang anak. Belajar lebih bijak dan  menjalani hidup kita sepadan dengan panggilan yang diberikan Allah kepada kita.

Selamat mempersiapkan khotbah di minggu sengsara ketiga. Tuhan Yesus Memberkati kita . Salam dan doa beserta. Pdt. Desiana Rondo Effendy

Share your love