Renungan Dies natalis ke 76 GMKI, 9 Februari 2026 . (GMIT KARMEL FATULULI).
Saya pendeta Desiana Rondo Effendy M.Th mengucapakan selamat ulang tahun ke 76 bagi GMKI , terus menjadi tempat belajar, bertumbuh dan berkarya bagi kemuliaan Tuhan.
Bacaan : Roma 12:2
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Renungan :
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pada 9 Februari 2026 mengusung semangat “Menjaga Api Panggilan, Memperkuat Kader, Menjawab tantangan Zaman”.
Perayaan ini merupakan momentum refleksi atas perjalanan organisasi sebagai gerakan kader, gereja, dan bangsa di tengah arus perubahan dunia.
Usia 76 tahun bukan sekadar angka melainkan bukti penyertaan Tuhan bagi GMKI sejak tahun 1950.
Kader GMKI harus tetap berpijak pada “Api Panggilan” awal yaitu melayani di tiga medan layan:
Gereja, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat.
Transformasi (perubahan yang dimulai dari diri sendiri) tidak berarti meninggalkan identitas kita mahasiswa kristen melainkan memperkuat fondasi iman di tengah modernitas.
Menjadi Relevan hari ini , Bukan Serupa dengan Dunia tetapi ada transformasi hidup oleh pembaharuan budi dalam tuntunan hikmat Tuhan untuk memahami panggilan hidup dalam kehendak Allah. Panggilan hidup itu adalah persembahan hidup, ibadah yg sejati, yang berkenan kepada Allah. Beribadah artinya berdoa, berkarya dalam tindakan nyata setiap hari.
Apa yang baik untuk hidup berkenan kepada Allah menjadi catatan kritis bagi kader GMKI cabang Kupang di tahun 2026.
Dunia dalam realita hari ini bergerak cepat dengan teknologi dan pergeseran nilai sosial, empati kemanusiaan yang terkikis dengan tantangan zaman.
Kader GMKI dituntut untuk bertumbuh dewasa secara intelektual dan spiritual agar tidak hanyut oleh arus zaman.
Tetap nyalakan “Api panggilan ” menjadi “garam dan terang” yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan integritas iman dan semangat oikumenisme-nasionalisme.
GMKI yang visioner harus menjadi wadah lahirnya pemimpin yang tangguh dan memiliki kemandirian. Punya fondasi yang kuat.
Melakukan aksi nyata yang berdampak dalam pengabdian masyarakat, merespon isu-isu krusial bangsa (HAM, lingkungan, demokrasi).
Transformasi kader GMKI di usia ke-76 adalah panggilan untuk memperbaharui diri secara konsisten.
Dengan peluncuran buku ” Lentera perubahan” jejak gagasan dan pelayanan kader GMKI Kupang menoreh catatan perjalanan historis dalam kontek sosial politik di Indonesia. Bung Winston Rondo sebagai kader GMKI Kupang mengatakan ada 3 K bagi pondasi yang kuat yaitu Kader, Karya, Komitmen.
Kader yang berkualitas dengan kapasitas yang dimiliki mampu membuat karya nyata di masyarakat.
Semua kader GMKI punya kesempatan untuk berkarya nyata tanpa diskriminasi gender dengan transformasi budaya organisasi yang setara. Memberikan nilai karakter dalam displin hidup menghargai dan menggunakan waktu dengan baik.
Menjadi agen perubahan, membangun rumah untuk belajar bersama dalam komunitas iman yang kritis melihat perubahan zaman.
Kader yang bertransformasi adalah mereka yang berani keluar dari zona nyaman untuk melakukan karya nyata bagi keadilan, perdamaian di Republik indonesia.
Berjalan bersama dengan dipimpin Kepala Gerakan “Yesus Kristus menolong kita semua melihat karya nyata bagi dunia”. Selamat ber dies GMKI ke 76.
Ut omnes unum sin




