Tuhan menyediakan Jalan

Shalom Sahabat sepelayanan, selamat menikmati pemeliharaan Tuhan dan selamat mempersiapkan ibadat Minggu bagi semua sahabat terkasih. Kita menghayati Minggu Sengsara II Tuhan Yesus Kristus. Mari kita saling melengkapi dalam menyiapkan bacaan bersama umat. Salam dan doa beserta.

Bacaan Alkitab : KELUARAN 14:15-31

GMIT Moria Liliba, Klasis Kota Kupang Timur
Minggu, (22/2/2026)

Pengantar

Musa mengangkat tongkat, mengulurkan tangannya di atas air, dan membelah laut Teberau.

Membelah laut, tindakan itu membutuhkan iman yang besar karena mustahil bagi Musa untuk melakukannya dengan kekuatannya sendiri. Kekuatan Allah menjadi nyata dalam iman. Allah membebaskan umatNya dari kematian. Teologi pembebasan menjadi cara penebusan Allah dalam Yesus puteranya bagi umatNya.

Pekerjaan Allah membutuhkan ketaatan dan kesetiaan Musa.

Allah mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka mengejar orang Israel dan memasuki laut menuju kehancuran mereka.

Allah melakukan pekerjaan tanganNya agar kemuliaan Allah nyata.

Firaun dan kereta berkudanya dihancurkan dalam sekejab.

Penjelasan Teks

Bangsa Israel menemui jalan buntu. Tidak ada jalan keluar, di depan laut membatasi dan menghalangi.
Di belakang Firaun dengan tentara berkuda dengan kereta perang yang mengancam.

Dalam teknik dan strategi perang , bangsa Israel tidak mempersiapkan untuk berperang.

Musa mengatakan “Tuhan akan berperang untuk kamu dan kamu akan diam saja” (14:14), perkataan itu meredakan rasa takut mereka dan mulai lah mereka membongkar kemah dan mempersiapkan diri untuk berangkat sesuai perintah Tuhan.

Laut didepan menjadi tempat kematian tetapi Laut di depan membuka mata mereka bahwa ada pembebasan dan keselamatan yang Allah sediakan. Butuh keberanian dan iman diatas segala strategi perang yang dikuasai oleh tentara Firaun.

Proses peristiwa ini berlangsung dari sore dan baru berakhir pada pagi hari.

Ayat 16-18: Perintah Tuhan kepada Musa , arahkan tongkat ke atas laut agar air laut terpisah menjadi dua.
Air yang terpisah itu menjadi seperti tembok (bayangkan: tembok air) di tengahnya kering sehingga orang Israel dapat berjalan lewat di tempat kering.

Tuhan memberi tahu Musa tentang tindakan Tuhan kepada Firaun dan prajurit serta kereta dan kuda mereka.

Ayat 19-20: Malaikat Allah dan tiang awan pindah dari depan orang Israel ke belakang mereka. Tiang awan itu menjadi kegelapan yang memisahkan orang Israel dari orang Mesir sehingga mereka tidak bisa saling melihat dan saling mendekati.

Ayat 21: Musa melaksanakan perintah TUHAN dan TUHAN bertindak (bnd. ayat 16).

Ayat 22, 29: TUHAN menyelamatkan umat-Nya. orang Israel menyeberang.

Ayat 24-25: TUHAN menghukum musuh umat-Nya. Hukuman pertama: mengacaukan gerak roda kereta sehingga masuk lumpur sampai ada roda kereta yang terlepas.

Ayat 26-28: perintah TUHAN kepada Musa. Dilanjutkan dengan hukuman bagi Firaun bersama tentaranya, kereta perang bersama kuda dan pengendara kuda binasa dalam air yang berbalik menutupi bagian kering yang menjadi jalan bagi orang Israel.

Ayat 29-31: kesimpulan cerita: musuh umat Israel binasa. Umat Israel selamat. Umat itu melihat kedua peristiwa itu, musnahnya seluruh tentara Mesir dan terbukanya laut Teberau untuk menyediakan jalan bagi umat Israel.

Refleksi dan Aplikasi

Ketika kita menjadi milik-Nya dan kita berjalan sesuai kehendak-Nya, kita tidak akan pernah ditinggalkan sendirian untuk berjuang sendiri.

Malam itu menjadi tak terlupakan bagi orang-orang Israel. Musa menaati Allah dan mengulurkan tangannya ke atas laut. Tuhan dan kuasa-Nya yang ajaib atas ciptaan mendatangkan angin timur yang kuat dan membuat air Laut Merah ( Ibrani: Laut Buluh ) mengeras dan membentuk area tanah kering bagi orang-orang Israel untuk berjalan di atasnya. Ini bukanlah jalan-jalan santai! Orang Mesir masih mengejar mereka dengan gencar, dan bangsa Israel masih perlu bergerak dengan cepat karena Tentara Mesir mengejar mereka dengan kuda, kereta perang,dan para penunggang kuda.

Allah memenangkan pertempuran. Tuhan Allah mengikat roda kereta mereka, Inilah kuasa Allah!

Orang Mesir berkata, “Marilah kita melarikan diri dari hadapan Israel, karena TUHAN berperang bagi mereka melawan orang Mesir” (ayat 25).

Setelah Tuhan menguasai Mesir sesuai kehendak-Nya, Tuhan Allah memerintahkan Musa untuk mengulurkan tangannya lagi di atas laut. Air mulai mengalir seperti biasa. Tidak ada tembok. Tidak ada angin. Tidak ada pekerjaan. Orang Mesir tidak hanya tenggelam karena air kembali. Tuhan menepis (melempar) orang Mesir ke tengah laut” (ayat 27;

Jalan buntu, karena halangan alam di depan dan ancaman musuh dari belakang, masih ada satu jalan yang tidak pernah buntu: jalan ke atas, kepada Tuhan.

Mintalah, maka Ia yang mengasihi engkau, akan membuka jalan di depanmu dan menuntun engkau berjalan maju terus dengan aman.

Ia berkuasa atas alam dan berkuasa menaklukkan kuasa alam.

Ia juga mengalahkan musuh di belakangmu dan membebaskan engkau dari rasa takut dan panik.

Itulah bukti kuasa kasih Tuhanmu. Karena itu bila jalanmu buntu di depan dan ada ancaman dari belakang, janganlah imanmu pun turut buntu dan terancam.

Selalu ada jalan terbuka, lihatlah ke atas maka kamu akan melihat pertolongan Tuhan . Selamat berteduh diri. Tuhan Yesus Memberkati kita.

Share your love